Kumpulan Doa Nabi Musa

Menurut keterangan mahir tafsir, Nabi Musa dikala merasa takut menghadapi Fir‘aun, memohon kepada Allah dengan doa ini:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي . وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

 “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.” (QS. Thaha/20: 25-26)

Menurut keterangan mahir tafsir, doa ini yang diucapkan Nabi Musa sesudah membunuh orang Qibth:

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي 

 “Ya Tuhanku, bekerjsama saya telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS. Al-Qashash/28: 16)

Doa inilah yang diucapkan Nabi Musa dikala meninggalkan Mesir dan menuju ke Madyan:

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhanku, selamatkanlah saya dari orang-orang yang zalim itu.” (QS. Al-Qashash/28: 21)



Doa inilah yang diucapkan Nabi Musa dikala hingga ke Madyan dan menderita kelaparan:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

 “Ya Tuhanku, bekerjsama saya sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash/28: 24)

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلأخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

 “Ya Tuhanku, ampunilah saya dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau ialah Maha Penyayang dari semua penyayang.” (QS. Al-A‘raf/7: 151)

رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا إِنْ هِيَ إِلا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ . وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ

"Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan saya sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami alasannya ialah perbuatan orang-orang yang kurang logika di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; bekerjsama kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS. Al-A‘raf/7: 155 - 156)

Wallahu A’lam


Oleh: Saifur Ashaqi
Sumber: Buku Kumpulan Shalawat dan Khasiatnya karya KH.M. Ali Chasan Umar

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nabi Khidir Memberi Pesan Yang Tersirat Berharga

Cara Mendidik Anak Berdasarkan Kh. Abdullah Salam

Hadits Perihal Gempa Bumi Pada Kala Nabi