Posts

Showing posts from September, 2018

Pesan Nasihat Kh. Mufid Mas’Ud Pandanaran

Image
Al-Mukarom Al-Magfurlah Simbah Kyai Mufid Mas'ud Pandanaran Nate maringi wejangan : “Rikolo saya isih pinaringan diuji rekoso coro donyane, guruku Kyai Muntaha, Kalibeber Wonosobo pas tindak Krapyak nyempatke mampir rawuh nang ngomahku, terus krono Kyai Muntaha mirsani kahanan keluargaku jaman semono, panjenenganipun paring dawuh, ‘Yo rapopo dilakoni wae sing sabar, malah idep-idep karo diniyati mrihatini anak putu, insyaallah mulyo donyo akhirate’. Banjur Alhamdulillah, donganipun Guruku Kyai Muntaha pinaringan ijabah, sing wis ketok nyoto yo coro donyane. Mugo-mugo ugo akhirate. Amiin…” "Ora ono mulyo kuwi kok tanpo loro lopo" “Ora ono mukti kuwi tanpo diriyadhohi lan ditirakati " "Qur'an e diopeni sing temenan, sholawate terus terusan" "Ojo jeleh-jeleh mudarosah lan mutholaah" "Khidmah mituhu maring Guru, insyaallah manfaat, barokah" KH. Mufid Mas'ud Pandanaran Terjemahnya : Al-Mukarrom A...

Kaliwungu, Kota Santri Yang Melahirkan Ribuan Kyai

Image
Kaliwungu, yaitu sebuah kota kecil yang berada dalam lingkup Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Kota ini diapit oleh Kota Kendal di sebelah baratnya dan Kota Semarang di sebelah timurnya. Kota ini lahir pada sekitar kala 15 M. Dalam sejarahnya, kota ini didirikan oleh Panembahan Djoeminah. Tetapi jauh sebelum kedatangan Panembahan Djoeminah, ada seorang ulama yang sudah dulu tinggal dan mengembangkan Islam di kota ini. Ulama itu dikenal dengan nama Sunan Katong atau Kyai Katong. Sunan Katong bahkan sempat mendirikan padepokan (pesantren) yang di antara santrinya yaitu, Tumenggung Pakuwojo. Baca: Biografi Sunan Katong Pada sekitar kala 16 Masehi, kota ini kedatangan ulama yang sangat ‘alim utusan dari Kasultanan Mataram Islam Jogja. Ulama tersebut berjulukan Kyai Asy’ari atau masyarakat Kaliwungu menyebutnya Kyai Guru. Dari sinilah mulai berdatangan para pencari ilmu (santri) yang mencar ilmu atau mengaji kepada Kyai Guru. Kyai Guru pun balasannya mendirikan pesantren di ...

Kumpulan Karomah Habib Luthfi Bin Yahya

Image
Siapa yang tidak mengenal dia Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari kota Pekalongan, yang mana setiap dakwahnya selalu tidak lupa untuk memberikan sangat pentingnya untuk menyayangi tanah air yaitu negara Indonesia. Dalam setiap momen itulah yang dia tekankan. Seekor Kambing Tunduk Kepada Habib Luthfi Pada awalnya program Maulid Nabi di Kanzus Shalawat diadakan setiap malam Jum'at Kliwon. Waktu itu pengajian Jum'at Kliwon belum seramai dikala ini dan belum ada Gedung Kanzus Shalawat. Menurut KH. Zakaria Anshar (santri senior Habib Luthfi yang mulai ngaji semenjak 1985 sebelum masuk ke pesantrennya Mbah Maimun Sarang), Habib Luthfi sudah melakukan peringatan Maulid Nabi semenjak tinggal di Noyontaan Gang 7, tepatnya di belakang Gedung Kanzus Shalawat sekarang, sebelum pindah ke Gang 11. Menurut Kiai Zakaria, Habib Luthfi telah menyelenggarakan Maulid Nabi di kediamannya jauh sebelum tahun itu. Ada dongeng menarik pada dikala Maulana Habib Luthfi mengadakan Maulid Nabi...

Kiprah Kh. Dimyati Rois Dalam Nu Dan Parpol

Image
KH. Dimyati Rois atau lebih dikenal dengan panggilan Abah Dim yakni salah satu ulama besar Kaliwungu yang kharismatik. Beliau mempunyai ribuan santri, baik santri-santri yang mondok di pesantren asuhan dia maupun jamaah istighotsah yang dipimpin dia dan tersebar di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Brebes. Pada waktu Muktamar NU di Jombang, dia terpilih menjadi salah satu ulama yang tergabung dalam tim Ahlul Hal Wal Aqdi (AHWA) yang berjumlah 9 ulama khos se-Indonesia. Dalam ormas NU, peran dia tidak diragukan lagi. Beliau pernah menduduki kepengurusan dari mulai tingkat PCNU Kendal, PWNU Jawa Tengah, sampai PBNU. Beliau pernah menjadi pengurus Tanfidziyah, Syuriyah sampai Mustasyar PBNU. Di samping sebagai ulama yang ‘alim, dia juga dikenal sebagai mubaligh yang ulung. Maka tidaklah mengherankan kalau dia banyak dikenal di kalangan santri dan kaum nahdliyin. Baca: Kisah Kesederhanaan KH. Dimyati Rois Dalam dunia politik, dia pernah menjadi pengurus DPW PPP Jawa Tengah, DPP ...

Menggiurnya “Proposal Dana” Dari Pemerintah

Image
Jika kita mendengar kata “Proposal” tentu kebanyakan dari kita akan eksklusif menuju pada “Proposal Dana”. Sebab, di kala reformasi dan keterbukaan ini, mulai banyak bermunculan pengajuan-pengajuan “Proposal Dana” kepada pemerintah, baik untuk sekolah, madrasah, masjid, pesantren dan lain-lain. Semua itu hanya sanggup dilakukan sehabis tumbangnya Orde Baru (ORBA). Karena, pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto, bantuan-bantuan dana benar-benar sangat ketat seleksinya dan hanya diperuntukkan kepada lembaga-lembaga yang pro Soeharto. Setelah tumbangnya Presiden Soeharto dibarengi dengan pembatalan pasal-pasal yang memberatkan cairnya dana derma masyarakat. Akhirnya, banyak masyarakat yang berbondong-bondong mengajukan dana-dana derma melalui direktur (pemerintah) maupun legislatif (DPR). Di satu sisi sangat menguntungkan bagi masyarakat sebagai sebuah kemajuan dan pengembangan sarana dan pra sarana. Namun, di sisi yang lain sangat rentan terjadinya manipulasi data maupun praktek K...

Tradisi Yang Diajarkan Sunan Katong

Image
Tradisi Kesenian Blantenan Kesenian blantenan ialah kesenian kawasan berisikan shalawat yang dinyanyikan oleh dua pembawa syair shalawat dan diiringi oleh enam penabuh, yaitu kendhang, konteng lambat, konteng cepat, kencur lambat, kencur cepat, dan jidor, dan biasanya kesenian blantenan dilakukan oleh laki-laki. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari kitab-kitab shalawat contohnya kitab Adibak. Shalawat yang dinyanyikan dalam blantenan berjumlah lebih dari duapuluh shalawat. Kesenian blantenan berbeda dengan rebana atau terbangan, rebana atau terbangan terdiri dari tiga penabuh sedangkan blantenan terdiri dari enam penabuh. “Blantenan itu terdiri dari enam penabuh, yaitu kendhang, konteng lambat, konteng cepat, kencur lambat, kencur cepat, dan jidor, dan biasanya kesenian blantenan dilakukan oleh laki-laki, nah syair yang dilagukan itu diambil dari kitab-kitab shalawat contohnya kitab Adibak. Blantenan itu berbeda dengan rebana, kalau rebana, terbangan terdiri dari tiga ...